Cari Kerja di Aussie: Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian…

Hey guys,

Well, ini pertama kalinya saya nulis blog ini dalam bahasa Indonesia. Alasan saya nulis post ini dalam bahasa Indonesia adalah karena postingan ini akan bernada sedikit negatif tentang pengalaman selama working holiday di Australia (terutama Sydney, karena saya baru pernah tinggal disini aja). Dan saya nggak mau calon employer disini membaca keluhan soal pengalaman saya selama mencari kerja di Sydney. Dan sejujurnya, saya pun punya sedikit rasa menyesal datang WHV kesini 😦

Wait! Nyesel? Pengalaman negatif? Bukannya tinggal dan kerja di Aussie enak banget gitu? Kotanya bersih dan rapi, gajinya tinggi, transportasinya teratur? LOL! Yah, tadinya saya kira juga begitu sih. Tapi ternyata, semua memang gak seindah impian! Sejujurnya saya pun gak pernah terlalu banyak ekspektasi tentang Sydney. Dalam bayangan saya, Sydney itu kota metropolitan yg crowded dan modern seperti Singapore or mungkin juga NYC or LA (walaupun saya gak pernah ke NYC dan LA). Saya cuma membayangkan gedung2 nya modern dan langitnya sepertinya cerah πŸ™‚

20170415_101507
View from Sydney Tower Eye

Tapi pada kenyataannya, langit di Sydney tidak selalu cerah. Begitu juga dengan job hunting disini. Ternyata semua jauh lebih sulit dari apa yg sudah saya bayangkan. Sekarang saya tidak mengerti bagaimana dulu saya bisa membayangkan bisa kerja keras dan mendapat gaji $1000 per week. Atau at least, bisa menabung $2000 per month. Kalau tau sesulit ini, mungkin saya tidak akan pernah meninggalkan pekerjaan impian dan karier saya di Jakarta utk mencari kerja casual disini. Tapi di post ini saya nggak akan cerita soal alasan saya kesini. Itu akan saya tulis di post berikutnya. Karena di post ini, tujuan saya adalah utk membagikan pengalaman sulitnya (dan pahitnya) mencari pekerjaan dan kerja di Sydney. Β Bukan utk discourage teman2 yang sudah planning utk datang WHV, tapi untuk memberikan gambaran yang (hopefully) cukup realistis dalam pencarian pekerjaan dan pastinya $$$.

  1. Chinese food restaurant, Mascot

Saya mendapat job pertama ini dari housemate saya. Dia engkoh2 berumur sekitar 40 tahun dan sudah lama tinggal di Sydney. Dia kenal banyak orang di sekitar Mascot dan ngenalin saya ke boss restoran Chinese food ini yang ternyata orang Chinese-Vietnamese. Gaji pertama saya $15/hour dan saya kerja part-time disini. Sayangnya saya cuma kerja seminggu disini karena tiba2 boss saya SMS saya dan bilang kalau saya tidak cocok kerja disana. Yah, saya memang geraknya agak lamban sih kalau dibandingkan dengan orang Vietnam. Selain itu, di awal2 kedatangan saya di Aussie, saya cukup berjuang untuk membiasakan telinga saya dgn Aussie accent. Jadi sering kali saya minta customer mengulang-ulang pesanannya berkali-kali karena saya gak paham mereka ngomong apa (^_^”) . Disini saya merasa nilai IELTS saya yg 7.5 (di bagian speaking) jadi seperti 3.5 (T_T)

So, first lesson guys: jangan kaget kalo kamu tiba2 dipecat sama boss via SMS!

2. Salad restaurant, Kogarah

Lagi-lagi saya dapat job ini dari teman setelah jobless selama 2 minggu. Kali ini saya dapat dari teman di grup WHV Sydney. Karena owner nya orang Indonesia, saya cuma SMS, kemudian boss nya kasih tau jam kerjanya dan suruh saya langsung datang utk training besok paginya. Kali ini even gaji saya turun jadi $13/hour, guys! Dengan jam kerja cuma 25jam per-minggu. Tapi saya nggak punya banyak pilihan waktu itu, karena dengan pengalaman kerja minim, resume saya nggak pernah dapat respon dari employer.

Kerja di resto salad ini bener2 mengguncang batin saya karena salah satu teman kerja saya bener2 gak asik orangnya. Sialnya, dia itu adiknya owner restoran ini. Gimana gak asik nya? Yah, dia nggak pernah senyum sama saya. Dan kalau saya lupa cara ngerjain sesuatu lalu tanya lagi, dia akan bilang: “kan udah pernah diajarin? harus berapa kali diajarin baru ngerti?” Saya bener2 gak habis pikir, kenapa owner resto yang super baik ini bisa punya adik perempuan yang super bitchy kayak dia???

Setelah kerja selama 6 minggu disana, akhirnya saya berhenti. Berhentinya pake drama donk biar seru! Jadi ceritanya jam 11.30 pas deket2 lunch time, saya disuruh ngisi botol2 dressing salad sama si adiknya owner itu. Nah, saya kan belum pernah kerjain ini sebelumnya. Jadi saya nanya ke kitchen hand, dimana tempat salad dressing nya? Tiba2 si adik owner ini datang ke kitchen dan bilang ke saya dimana tempat dressing nya. Terus dia juga bilang gini: “Kalo mau tanya apa2 tanya nya ke gue aja. Tanya ke kitchen hand percuma karena dia jg gak tau apa2”. Saya yang udah kezel karena udah dari pagi dijutekkin sama dia akhirnya capek juga. Saya jawab dia: “udah kelar marah2 nya? Kalau masih mau marah2 lagi gue pulang aja deh. Gue berenti aja sekalian biar lo ga usah marah2 terus”. Dia cuma bilang: “gue bukannya marah2. Tapi lo udh 1.5 bulan kerja disini masih ga tau apa2. Kalo lo mau pulang ya pulang aja. Gue tinggal telpon koko bilang lo pulang”. Yah begitulah akhirnya saya langsung ambil tas lalu keluar dari resto.

Please donk, sis! Kalau mau dapat karyawan yang zuper pinter dan kerja cepet yah jangan kasih gaji $13! Kalo gue udah pinter juga gak mau lah digaji $13 perjam!Β Saya juga sering denger pengalaman gak enak dari temen2 WHV yang baru datang dan dapat teman2 kerja yang sesama Indo. Hello temen2 sesama Indo yang suka bully anak2 baru yang belom berpengalaman! Tolong yah ngaca, kalian juga awalnya gak langsung pinter kan? Kalian disana sama2 kerja apa udah jadi boss? Kalo masih sama2 kerja jadi babu, gak usalah bully2 temen2nya. Emang kalian merasa hebat cuma karena udah dateng beberapa bulan ato beberapa tahun lebih awal dari temen2nya?

Tapi walaupun dengan berbagai pengalaman pahit, saya tetap bersyukur bisa kerja 1.5bulan disini. Karena disini saya akhirnya membiasakan telinga saya dgn Aussie accent dan nama2 minuman kopi di Aussie. Selain itu saya juga belajar buat jus, smoothies dan menggunakan POS system & EFT Pos. Semua ini yang sering diperlukan utk melamar kerja resto/cafe di Aussie.


Setelah quit dari resto salad, saya jobless selama 2 minggu. Selama itu saya terus kirim2 resume via email ataupun walk-in. Dari begitu banyak resume yg saya kirim, saya cuma diundang ke 2 trial: yg pertama di cafe di daerah Ashfield dan yang kedua di Bourke Street Bakery. OMG! Saya PENGIN BANGET kerja di Bourke Street Bakery ini karena kerjaannya gampang cuma jadi counter hand di bakery aja! Selain itu, bisa di training jadi barista juga! Saya trial 2 jam di bakery ini. Di akhir trial, manager nya cuma bilang kalau Senin atau Selasa depan (karena hari itu sudah Jumat), HRD nya akan call saya utk kirim roster. Yeah, Bourke Street Bakery memang lumayan bonafide, guys! Tapi ternyata hari Minggu itu saya dipanggil utk trial di Italian resto yg kemudian langsung terima saya apa adanya dan segera kasih saya roster utk 33jam per week.

3. Italian Pasta & Wine bar, Sydney CBD

Thank God akhirnya saya keterima kerja di resto ini. Sekarang saya sudah jalan 4 minggu kerja dan saya paling happy kerja disini! Kenapa? Karena lokasinya, jam kerjanya, teman2 kerjanya, job desc nya dan yang pasti gajinya! (^.^)

20170502_202118
Me in the uniform

Karena ini Italian resto, semua chef nya udah pasti Italian! Siapa yang gak tau kalo cowo Itali itu ganteng? Hahaha.. tapi yang paling penting sih karena mereka friendly and chatty! Mereka sering ngajak saya ngobrol dan bercanda karena saya satu2nya wait staff Indo disana (even saya satu2nya Asian). Selain chef2 nya, salah satu supervisor saya (cewek Itali) juga sangat friendly dan asik diajak ngobrol dan bercanda. Selain itu, dia sering bilang “good job!” ke saya. Kalau negur karena saya salah, selalu dilakukan dengan cara memberi training dan bukannya mengkomplain. Dia selalu bilang, “I’m not complaining about you, I’m just giving suggestions on how to do it”.

Screenshot_20170520-221755
The Resto

Secara job desc, dibandingkan dengan job sebagai all-rounder di resto salad, kerja di Italian resto ini jauh lebih menyenangkan dan mudah karena efisien! Kenapa menyenangkan? Karena disini saya belajar ilmu barista! Sejak hari pertama saya kerja, saya langsung ditraining jadi barista. Memang order kopi di resto ini tidak terlalu banyak karena lokasinya yang di food court mall, membuat orang hanya sempat datang di waktu lunch. Setelah saya merasa cukup percaya diri, saya langsung diperbolehkan melayani orderan kopi dari customer. Kenapa saya bilang kerja disini mudah dan efisien? Karena supervisor saya most of the time during peak hours hanya minta saya stay di counter utk take order dan jadi kasir. Sedangkan pekerjaan preparing food and salad di back counter akan dia handle karena chef2 itu lebih terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Itali supaya lebih cepat. Intinya 1-2 orang khusus handle counter dan 1 orang di back counter. Tujuannya supaya yg di back counter tau orderan mana yg sudah diproses/dikirim dan yg belum. Jadi nggak ada pekerjaan yg overlap ataupun missed!

More lessons learned! Sedapat mungkin kerja sama Western employers karena standard salary yg lebih tinggi dan biasanya mereka lebih “laid back”. I mean, how could I forget this basic theory after years of working in western companies? πŸ˜€


Yah so far baru segitu pengalaman saya disini, guys. Belum banyak karena saya memang selama ini masih butuh spare time 1 hari weekday utk interview corporate job (yang akan saya share di post berikutnya). Tapi sepertinya saya sudah akan cari second job disini utk full time casual dan save money utk studi saya di negeri lain πŸ™‚ Saya belum merasa lebih betah di Sydney daripada di tempat tinggal saya sebelumnya, Taipei karena banyak alasan yang tidak akan saya ungkapkan satu-persatu disini. Semoga tulisan saya hari ini berguna buat teman-teman yang baru merencanakan utk datang WHV kesini. Ingat, bukan utk discourage tapi utk lebih mempersiapkan mental teman-teman sebelum kerja keras disini πŸ™‚

Have a good day and God bless (^_^)v

Advertisements

2 thoughts on “Cari Kerja di Aussie: Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s